Sabtu, 14 Maret 2015

REFLEKSI KULIAH KETIGA



REFLEKSI KULIAH KETIGA
STUDI MANDIRI BIDANG MATEMATIKA SD
DOSEN: Prof. Marsigit, M.A
OLEH: Wahid Ibnu Zaman

            Pada kuliah Ketiga, Rabu tanggal 11 Maret 2015 pukul 14.50 sampai 16.30 WIB.  Telah diadakan perkuliahan pertemuan ketiga studi mandiri bidang matematika SD.
 Dalam pertemuan ini Prof. marsigit memberikan landasan ideologi pendidikan dunia yang beliau sampaikan melalui tes yang terdiri dari 50 soal. Untuk lebih memperjelas soal yang beliau berikan bersama jawabannya mungkin bisa dilihat dalam tabel berikut:


Kaum Industrial Trainer
Kaum Tecnological Pragmatic
Kaum Hold Humanis
Kaum Progresif
Kaum Public Educator
Politiknya
Neo liberal
Kapitalis
Konservatif
Liberal
demokrasi
Ideologinya
Neo liberal
Kapitalis
Konservatif
Liberal
demokrasi
Hakikat keilmuannya
Body of knowledge/ stucture of truth
Body of knowledge/ stucture of truth
Body of knowledge/ stucture of truth
Ilmu sebagai kreatifitas
Ilmu sebagai aktifitas
Hakikat Siswanya
Empety vezel/ ibaratnya tong kosong
Empety vezel/ ibaratnya tong kosong
Empety vezel/ ibaratnya tong kosong
Siswa sebagai individu belajar
Siswa sebagai subjek belajar
Hakikat Gurunya
Transformer ilmu
Transformer ilmu
Transformer ilmu
Sebagai fasilitator
Sebagai fasilitator
Hakikat Penilaiannya
Eksternal/ ujian nasional
Eksternal/ ujian nasional
Eksternal/ ujian nasional
Internal
Internal/ autentic assesment
Hakikat Medianya
Papan tulis/ kapur
Papan tulis/ kapur
Papan tulis/ kapur
Variasi media
Lingkungan
Hakikat Metodenya
Transfer of knowledge
Transfer of knowledge
Transfer of knowledge
Diskusi
Konstruksi
Hakikat Sosialnya
Masyarakat yang terstrata
Masyarakat yang terstrata
Masyarakat yang terstrata
Keadilan sosial
Keadilan sosial
Hakikat budaya
Monokultur
Monokultur
Monokultur
Pluralitas
Pluralitas




Kemudian perkuliahan dilanjutkan dengan penjelasan tentang penggambaran peta hakekat ilmu sebagai berikut. Gambar 3.1


 






 



Dari gambar di atas mungkin dapat dijelaskan sebagai berikut,
  • Jadi garis tengah adalah batas antara ada dan tidak ada.
  • Di atas garis adalah langit dan di bawah garis adalah bumi.
  • Sehingga semua yang dilangit, yang ada itu bersifat tetap dan yang di bumi bersifat  berubah.
  • Yang tetap itu ada di dalam pikiran yang berubah ada di luar pikiran.
  • Yang didalam pikiran berarti bersifat abstrak dan diluar pikiran bersifat nyata.
  • Sehingga yang didalam pikiran itu idealisme dan yang diluar pikiran itu realisme.
  •  Tokoh dari idealisme adalah plato sedangkan realisme adalah aristoteles.
  • Idealisme itu bersifat konsisten dan untuk orang dewasa sedangkan realisme itu bersifat cocok dan untuk anak-anak.
  • Untuk yang di atas garis berlaku aksioma/ aturan sedangkan dibawah garis adalah contohnya.
  • Ilmu yang konsisten menghasilkan koherenisme sedangkan kalau ilmu yang cocok menghasilkan filsafat korespondensi.
  • Sehingga yang koheren itu menuju absolut tunggal sedangkan yang korespondensi itu menuju ke relatif/ plural.

  •  Ilmu yang berdasarkan ketentuan dia bersifat analitik dan menuju identitas sedangkan ilmu yang di bawahnya berdasarkan sebab maka dia bersifat sintetik dan menuju kontradiksi.
  •  Ilmunya diatas langit itu apriori  dan rasionalisme sedangkan yang di bawah bersifat aposteriori dan empirisisme (pengalaman).
  • Matematika yang bersifat aksiomatif itu adalah master of truth sedangkan di bumi yang utnuk anak- anak adalah matematika sekolah.

Gambar 3.2 peta pengetahuan filsafat agustinus comte.
 








Dari gambar di atas dapat kita lihat bahwa nilai spiritual berada paling bawah. Saat ini banyak fenomena yang merujuk pada fenomena. Misal saat ini setiap orang punya HP. Setiap orang bisa mengakses hal-hal yang berbau pornografi. Jadi menurut Comte akibat dari itu semua maka akan muncul ketidak beresan sistem atau disebut dajjal saat ini. Jadi dajjal itu akan muncul kemunafikan, pikirannya jadi kontradiksi, badannya menjadai komplikasi dan masyarakatnya menjadi anomali. Sedangkan di negara timur seperti negara kita potret kehidupan kita yang harapkan saat ini adalah seperti gambar 3.3 berikut.

 



 Jika kita mengikuti bagan di atas maka semata-mata kita hidup akan demi Allah SWT saja maka kebahagiaan dan sistem yang baik akan kita peroleh.
Disaat negara kita ingin mewujudkan kehidupan seperti  bagan di atas tiba- tiba muncul akibat dari paham agustinus comte yang lebih dahsyat lagi. Paham ini dianut oleh negara-negara powernow saat ini. Munculnya pengembangan dari paham tersebut seperti gambar dibawah.
3.4 gambar peta pengetahuan saat ini.


 





Pada tabel di atas nilai spiritual ada di tradisional ke bawah. Sedangkan di bagian modern ke atas ada kapitalisme, pragmatisme, hedonis. Nah saat ini indonesia mengalami disorientasi karena kita terjepit antara paham tersebut.
Terima kasih.