REFLEKSI KULIAH KETIGA
STUDI MANDIRI BIDANG MATEMATIKA SD
DOSEN: Prof. Marsigit, M.A
OLEH: Wahid Ibnu Zaman
Pada
kuliah Ketiga, Rabu tanggal 11 Maret 2015 pukul 14.50 sampai 16.30 WIB. Telah diadakan perkuliahan pertemuan ketiga
studi mandiri bidang matematika SD.
Dalam
pertemuan ini Prof. marsigit memberikan landasan ideologi pendidikan dunia yang
beliau sampaikan melalui tes yang terdiri dari 50 soal. Untuk lebih memperjelas
soal yang beliau berikan bersama jawabannya mungkin bisa dilihat dalam tabel berikut:
Kaum
Industrial Trainer
|
Kaum
Tecnological Pragmatic
|
Kaum Hold
Humanis
|
Kaum Progresif
|
Kaum Public
Educator
|
|
Politiknya
|
Neo liberal
|
Kapitalis
|
Konservatif
|
Liberal
|
demokrasi
|
Ideologinya
|
Neo liberal
|
Kapitalis
|
Konservatif
|
Liberal
|
demokrasi
|
Hakikat
keilmuannya
|
Body of knowledge/ stucture of truth
|
Body of knowledge/ stucture of truth
|
Body of knowledge/ stucture of truth
|
Ilmu sebagai
kreatifitas
|
Ilmu sebagai
aktifitas
|
Hakikat Siswanya
|
Empety vezel/
ibaratnya tong kosong
|
Empety vezel/
ibaratnya tong kosong
|
Empety vezel/
ibaratnya tong kosong
|
Siswa sebagai
individu belajar
|
Siswa sebagai
subjek belajar
|
Hakikat Gurunya
|
Transformer
ilmu
|
Transformer
ilmu
|
Transformer
ilmu
|
Sebagai
fasilitator
|
Sebagai
fasilitator
|
Hakikat Penilaiannya
|
Eksternal/
ujian nasional
|
Eksternal/
ujian nasional
|
Eksternal/
ujian nasional
|
Internal
|
Internal/ autentic assesment
|
Hakikat Medianya
|
Papan tulis/
kapur
|
Papan tulis/
kapur
|
Papan tulis/
kapur
|
Variasi media
|
Lingkungan
|
Hakikat Metodenya
|
Transfer of
knowledge
|
Transfer of
knowledge
|
Transfer of
knowledge
|
Diskusi
|
Konstruksi
|
Hakikat
Sosialnya
|
Masyarakat
yang terstrata
|
Masyarakat
yang terstrata
|
Masyarakat
yang terstrata
|
Keadilan
sosial
|
Keadilan
sosial
|
Hakikat budaya
|
Monokultur
|
Monokultur
|
Monokultur
|
Pluralitas
|
Pluralitas
|
Kemudian perkuliahan dilanjutkan dengan penjelasan
tentang penggambaran peta hakekat ilmu sebagai berikut. Gambar 3.1
Dari gambar di atas mungkin dapat dijelaskan sebagai
berikut,
- Jadi garis tengah adalah batas antara ada dan tidak ada.
- Di atas garis adalah langit dan di bawah garis adalah bumi.
- Sehingga semua yang dilangit, yang ada itu bersifat tetap dan yang di bumi bersifat berubah.
- Yang tetap itu ada di dalam pikiran yang berubah ada di luar pikiran.
- Yang didalam pikiran berarti bersifat abstrak dan diluar pikiran bersifat nyata.
- Sehingga yang didalam pikiran itu idealisme dan yang diluar pikiran itu realisme.
- Tokoh dari idealisme adalah plato sedangkan realisme adalah aristoteles.
- Idealisme itu bersifat konsisten dan untuk orang dewasa sedangkan realisme itu bersifat cocok dan untuk anak-anak.
- Untuk yang di atas garis berlaku aksioma/ aturan sedangkan dibawah garis adalah contohnya.
- Ilmu yang konsisten menghasilkan koherenisme sedangkan kalau ilmu yang cocok menghasilkan filsafat korespondensi.
- Sehingga yang koheren itu menuju absolut tunggal sedangkan yang korespondensi itu menuju ke relatif/ plural.
- Ilmu yang berdasarkan ketentuan dia bersifat analitik dan menuju identitas sedangkan ilmu yang di bawahnya berdasarkan sebab maka dia bersifat sintetik dan menuju kontradiksi.
- Ilmunya diatas langit itu apriori dan rasionalisme sedangkan yang di bawah bersifat aposteriori dan empirisisme (pengalaman).
- Matematika yang bersifat aksiomatif itu adalah master of truth sedangkan di bumi yang utnuk anak- anak adalah matematika sekolah.
Gambar
3.2 peta pengetahuan filsafat agustinus comte.
Dari
gambar di atas dapat kita lihat bahwa nilai spiritual berada paling bawah. Saat
ini banyak fenomena yang merujuk pada fenomena. Misal saat ini setiap orang
punya HP. Setiap orang bisa mengakses hal-hal yang berbau pornografi. Jadi menurut
Comte akibat dari itu semua maka akan muncul ketidak beresan sistem atau disebut
dajjal saat ini. Jadi dajjal itu akan muncul kemunafikan, pikirannya jadi
kontradiksi, badannya menjadai komplikasi dan masyarakatnya menjadi anomali. Sedangkan
di negara timur seperti negara kita potret kehidupan kita yang harapkan saat
ini adalah seperti gambar 3.3 berikut.
Jika kita
mengikuti bagan di atas maka semata-mata kita hidup akan demi Allah SWT saja
maka kebahagiaan dan sistem yang baik akan kita peroleh.
Disaat negara kita
ingin mewujudkan kehidupan seperti bagan
di atas tiba- tiba muncul akibat dari paham agustinus comte yang lebih dahsyat
lagi. Paham ini dianut oleh negara-negara powernow saat ini. Munculnya pengembangan
dari paham tersebut seperti gambar dibawah.
3.4 gambar peta pengetahuan saat ini.
Pada tabel di atas nilai spiritual ada di
tradisional ke bawah. Sedangkan di bagian modern ke atas ada kapitalisme,
pragmatisme, hedonis. Nah saat ini indonesia mengalami disorientasi karena kita
terjepit antara paham tersebut.
Terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar